Presentasi Analisa Perbedaan Ayak Agregat Halus dan Kasar

MasIrfun

Presentasi Analisa Perbedaan Ayak Agregat Halus dan Kasar
Analis Ayak adalah suatu pemerikasan yang dilakukan untuk mementukan pembagin susunan ukuran butiran suatu tanah (Garadasi Tanah). Ini dilakukan dengan pengayakan butiran tahan yang telah dipisahkan terlebih dahulu kemudian diayak dengan ayakan yang diameternya telah diatur dan diayak dengan mesin penggetar selama ± 15 menit.
Perbedaan Agregat Halus dan Kasar
Agregat Kasar
Agregat kasar yang banyak dipakai untuk pembuatan beton yaitu batu pecah serta kerikil. Batu pecah dibuat oleh manusia dengan memecahkan batu menggunakan alat-alat tertentu sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan bentuknya pun bersudut. Berbeda dengan kerikil yang terbentuk oleh alam melalui proses pergeseran. Kerikil biasanya memiliki bentuk bulat atau bulat tidak beraturan. Beton yang terbuat dari batu pecah mempunyai kualitas yang lebih baik daripada kerikil.
Agregat kasar yang baik memiliki ciri-ciri yaitu butirannya keras dan tidak berpori. Kandungan lumpur di dalamnya juga tidak ada karena berpengaruh terhadap kekuatannya. Bentuk agregat yang bersudut lebih disukai sebab menyisakan celah-celah di antara tumpukan agregat yang sangat kecil.
Agregat Halus
Agregat halus yang sering digunakan dalam membuat beton yakni pasir. Menurut proses kejadiannya, ada dua jenis pasir antara lain pasir alam dan pasir buatan. Pasir alam terbentuk secara alami dari peristiwa pelapukan batuan. Sedangkan pasir buatan dibuat oleh manusia menggunakan alat-alat berat yang berfungsi untuk memecah batu sehingga ukurannya berubah menjadi sangat halus. Syarat pasir yang baik yaitu butirannya tajam, bersifat keras dan kekal, serta bersih dari lumpur dan sampah.
Jadi, Perbedaannya : Jadi apa bedanya agregat halus dan agregat kasar? Jawabannya adalah agregat halus akan menembus ayakan yang mempunyai lubang berukuran 4,8 mm (SII.0052,1980), 4,75 mm (ASTM C33,1982), atau 5,0 mm (BS.812,1976). Berbeda dengan agregat kasar yang tidak akan menembus ayakan-ayakan yang memiliki lubang dengan ukuran tersebut. Perlu diketahui SII, ASTM, dan BS adalah standar-standar yang biasa dipakai dalam konstruksi bangunan.
Perhitungan Analisis Ayak Agregat

Keterangan:

  • Kolom 1 adalah no urut
  • Kolom 2 adalah lubang ayakan
  • kolom 3 adalah  berat  tertinggal pada ayakan
  • kolom 4 adalah beratt ertinggal di atas ayakan dibagi berat total dikali seratus
  • kolom5 adalah penjumlahan dari persen tertinggal yang ada pada kolom 4 kecuali ayakan 0,075 tidak termasuk, ini sama dengan kadar abu pada kerikil.
  • kolom 6 adalah 100 kurang poin-poin yang ada pada kolom 
  • Menghitung angka kehalusan”fenenesmodulus”adalah jumlah  persen tertinggal komulatif(kolom5)dibagijumlah persen tertinggal(kolom 4)

Perhitungan Analisa Ayak Agregat Halus

Keterangan:
  • Kolom 1 adalah no urut
  • Kolom 2 adalah lubang ayakan
  • kolom 3 adalah  berat tertinggal padaayakan
  • kolom 4 adalah berat tertinggal di atas ayakan   dibagi berat total dikali seratus
  • kolom5 adalah penjumlahan dari persen tertingga yang ada pada kolom 4 kecuali ayakan 0,075 tidak termasuk, ini sama dengan kadar abu pada pasir.
  • kolom 6  adalah 100  kurang  poin-poin  yang  ada  pada kolom 5
  • Menghitungangkakehalusan”fenenesmodullus”adalah jumlah persen tertinggal komulatif  ( kolom5) dibagi jumlah persen tertinggal(kolom 4)
Penggabungan Agregat & Analisa Ayak Agregat

Penggabungan Agregat Metode Grafis

  1. Mengetahui persyaratan gradasi yang diminta (spesifikasigabungan)
  2. Buat kotak bujur sangkar dengan skala tertentu, arah X dan Y masing-masing10 kotak.
  3. Porsentembuskomulatifpasirplotpadasisitegakbagian kiridanporsen tembus komulatif kerikil plot pada sisit egak sebelah kanan kotak.
  4. Hubungkantitikkiri(pasir)dengantitikkanan (kerikil)yang ukuran  lubang ayakannya sama.
  5.  Plot  titik  spesifikasipadagarispenghubungpasirdan kerikil.
  6. Pilihtitikterdekat  antara pasir dan kerikil dan tarik garis pertikal pada kedua titik tersebut.
  7. Garispertikaltersebutpadapoinlimadibagidua,maka diperoleh porsen pasir dan kerikil tentu porsenter besar dalah kerikil.


 Pengecekan kedalam agregat gabungan

Penggabungan Agregat Metode Diagonal
  1. Mengetahui persyaratan gradasi yang diminta (spesifikasi) 
  2. Buat Kotak persegi panjang dengan ukuran panjang horizonta l20 Cm dan lebar vertikal 10 cm.
  3. Tarik garis lurus dari sudut kiri bawah kes udut kanan atas (diagonal).
  4. Sisi vertikal adalah porsen lewat komulatif pasir dan kerikil
  5. Plot titik spesifikasi ideal pada garis diagonal
  6. Buat garis vertikal pada setiap titik spesifikasi ideal hingga menyentuh garis batas atas dan bawah.
  7. GambarkankurvaPorsentembuskomulatifpasirdankerikil sesuai lubang ayakan.
  8. Tentukan titik jarak yang samaantarakurvapasirdan kerikil dengan garis tepi atas dan tepi bawah
  9. Tarik garis vertikal antara titik yang dibuat pada poin8 hingga memotong garis diagonal.
  10. Tarik garis horizontal kekanan dari Titik perpotongan garis vertikal dengan garis diagonal.
  11. Dengan demikian ditemukan por enter kecil pasir dan Selainnya kerikil.




Sekian dari artikel Presentasi Analisa Ayak Agregat, Semoga bermanfaat. GoodLuck...
MasIrfun
Load comments