50 Faktor Peringkat Google Lengkap dengan Penjelasannya

MasIrfun

50 Faktor Peringkat Google Lengkap dengan Penjelasannya
MasIrfun.Com - Faktor Peringkat Google - Ada banyak faktor ranking terkuat google yang sudah MasIrfun ulas pada pembahasan kemarin. Kini tidak jauh berbeda dengan hanya saja serupa tapi tak sama. Karena kesempatan kali ini bakal membongkar faktor peringkat google.

Untuk membaca artikel ini sediakan kopi agar tidak tegang, Karena artikelnya panjang kali lebar !

Daftar isi

Faktor Peringkat Google yang TIDAK Diketahui oleh Pemula


50 faktor peringkat  google yang jarang sekali diketahui oleh para pemula. Setelah membaca artikel ini, MasIrfun yakin semua pasti bisa nangkring di halaman pertama.

Mungking sebagian besar dari Anda sudah pernah tau soal faktor-faktor peringkat Google, dan kalau pun belum tau bisa coba ketik di Google kata kunci tersebut maka akan muncul banyak blog yang telah memposting artikelnya. Nah, ulasan sederhana ini tujuannya bukan sekedar ingin memberitahu  Anda apa saja 200 faktor SEO tersebut, tapi sekaligus mengingatkan efek dari masing-masing faktor tersebut (dengan rating), apakah masih kuat atau ada pengaruhnya pada peringkat webmu atau tidak. Untuk itu, saya memberi rating untuk tiap-tiap faktornya dengan angka A, B, C, dan D, sebagaimana ilustrasi berikut:

Faktor Peringkat Google - Domain


1. Umur Domain


Ini pernyataan Matt Cutts langsung bahwa Google menjadikan domain sebagai salah satu faktor
peringkat, sekalipun pengaruhnya tidak jadi penentu utama peringkat, apalagi tidak didukung dengan skor Domain Authority yang tinggi. Ingin tahu bagaimana pernyataan Matt langsung, silahkan = lihat videonya di sini:http://www.youtube.com/watch?v=-pnpg00FWJY&feature=player_embedded

2. Keyword pada Domain 


Dulu Google menjadikan keyword pada domain sebagai faktor utama. Tapi sekarang, sekalipun tidak begitu kuat pengaruhnya, keyword tersebut tetap memberi signal relevansi pada webmu. Itu sebabnya, saat melakukan pencarian di mesin pencarinya, Google biasanya masih mem-bold keyword yang muncul di domain.

3. Keyword pada Kata Pertama di Domain 


Hasil pengamatan penulis di pencarian Google langsung,  ternyata baik dia di awal, tengah, atau akhir domain, sama sekali tidak ada bedanya. Intinya, yang penting ada.

4. Panjangnya waktu registrasi domain 


Maksudnya, (berdasarkan pernytaan paten Google) domain yang bernilai adalah biasanya telah dibayar atau diperpanjang untuk beberapa tahun kedepan, sedangkan domain yang kurang bernilai biasanya jarang digunakan lebih dari setahun sehingga hanya diregistrasi untuk setahun saja. Itulah sebabnya domain yang telah diregistrasi untuk jangka waktu beberapa tahun kedepan jadi faktor penanda legitimasinya dan peringkatnya.

5. Keyword pada Subdomain 


Berdasarkan pernyataan Moz di 2011 bahwa ia sepakat kalau keyword yang muncul pada subdomain dapat menyokong peringkat suatu web. Lalu bagaimana dengan sekarang? Ya, masih ada pengaruhnya karena penulis cek langsung di Google, beberapa web seperti softonic.com masih melakukannya dan masih selalu peringkat. Tapi sekalipun demikian, faktor peringkatnya bisa jadi bukan hanya karena teknik ini, tapi mungkin karena webnya sudah dioptimasi sedemikian rupa.

6. Histori dari Domain 


Domain yang kepemilikannya tidak tetap atau berubah-rubah (berdasarkan data Whois) dapat  memberikan info pada Google untuk 'mereset' historinya, dalam hal ini "meniadakan link yang mengarah ke domain tersebut.

7. Exact Match Domain


Disingkat EMD, yaitu domain yang  keywordnya sesuai dengan temanya . EMD ini masih bisa memberikan sedikit efek kalau didukung dengan webnya yang berkualitas. Tapi bila tidak, - berdasarkan pernyataan Matt Cutts langsung – akan mengurangi keunggulannya di SERP.

8. Whois privat dan tidak 


Situs Whois (seperti whois.com) adalah situs yang menampilkan data dari pemilik dan pengelola suatu domain. Biasanya ada yang bisa diketahui data pemiliknya, tapi ada juga yang disembunyikan. Kalau di Rumahweb.com biaya privat domain Rp. 10.000 per bulan. Nah, kalau kamu buat data whois domainmu privat maka kata Matt Cutts hal tersebut sesuatu yang tidak lazim, kalau kita ibaratnya ada 'ada udang dibalik batu'. Dankalau bicara soal author authority, kurang lebih ini bisa  dikaitkan.

9. Owner Whois yang dipenalti 


Maksudnya, jangan sampai nama author-mu terindentifikasi spam karena bisa jadi webmu yang lain dengan whois sama juga akan kena dampaknya.

10. Ekstensi TLD Negara 


TLD adalah singkatan dari Top Level Domain. Memiliki domain dengan ekstensi Negara tertentu, seperti .id, .uk, .sg , akan membantu situs tersebut peringkat di pencarian lokal berdasarkan negaranya,  tapi sebaliknya, membatasi kemampuan situs tersebut untuk peringkat di pencarian global.

FAKTOR LAMAN/PAGE


11. Keyword di Judul Artikel 


Judul pada halaman web atau artikel adalah bagian kedua yang paling penting dari artikel  (selain dari artikel dari halaman itu sendiri), dank arena itu memberikan signal On-Page SEO yang kuat.

12. Judul yang Diawali dengan Keyword 


Kalau dari hasil pengamatan penulis sendiri, bahkan dari blog penulis sendiri, sekalipun keywornya tidak di awal sering juga mengalahkan peringkat dari judul artikel yang keywordnya di awal. Yah, kembali  lagi ke optimasi dan faktor lainnya.

13. Keyword pada Deskripsi Artikel 


Ini merupakan sinyal relevansi. Pengaruhnya tidak terlalu wah, tapi tetap bisa memberikan perbedaan di banding yang tidak melakukan teknik ini.

14. Keyword yang Muncul di tag H1 


Tag H1 adalah 'tag title kedua' yang memberikan sinyal relevansi ke Google.

15. Keyword sebagai Phrase yang Paling Sering Digunakan dalam Artikel/Laman


Membuat keyword yang ditargetkan muncul lebih sering dari yang lainnya juga sebagai signal relevansi. Tapi, jangan sampai berlebihan. Kalau artikelnya tidak terlalu panjang maksimal 3 kali saja, atau kalau artikelnya panjang minimal per 2-3 paragraf saja dimunculkan, tapi itu pun tetap harus dibuat seperti natural dengan menggunakan sinonim kata atau pharesenya.

16. Artikel yang Panjang 


Artikel yang panjang cenderung memiliki cakupan pencarian yang luas dan juga lebih disukai oleh Google. Berdasarkan hasil riset dari SERPIQ.com bahwa konten yang panjang sangat erat kaitannya dengan posisi SERP dari sebuah web.

17. Kepadatan Keyword 


Perlu diingat! Menggunakan keyword berlebihan dalam satu halaman bisa membuat halaman tersebut kena penalty. Untuk artikel yang di bawah 1000 kata, 3 kali pengulangan saja sudah cukup, selebihnya gunakan LSI saja.

18. Latent Semantic Indexing Keywords (LSI) dalam Artikel 


Kalau diterjemahkan, LSI = Pengindeksan kata terkait yang tersembunyi . Tapi sebenarnya maksudnya adalah kata kunci yang digunakan dalam artikel untuk membantu mesin pencari mengekstrak makna dari kata-kata yang memiliki lebih dari satu makna. Misal, Apple apakah yang
dimaksud komputer atau buah, maka jika artikelnya dimaksudkan untuk membahas merek Apple maka usahakan menyertakan kata komputer, imac, atau desktop di dalamnya. Nah, menyertakan keyword LSI dalam konten bisa jadi signal dari kualitas konten tersebut.

19. LSI Keyword pada Judul dan Deskripsi 


Sama halnya dengan LSI pada konten, LSI pada judul dan deskripsi juga bisa jadi signal dari kualitasnya.

 20. Kecepatan Loading Page via HTML


Baik Google maupun Bing menggunakan kecepatan loading halaman sebagai faktor peringkatnya. Terlebih, karena laba-laba atau pengindeks dari mesin pencari dapat menghitung kecepatan situsmu secara akurat berdasarkan kode dari  halamanmu.

21. Artikel Duplikat 


Artikel yang sama dalam webmu, sekalipun sedikit dimodifikasi kata-katanya, akan berpengaruh negative pada visibilitas (kemunculan) webmu di mesin pencari.

22. Rel=Canonical 


Kalau pengaturan rel=canonical ini digunakan dengan baik maka penggunaan tag ini dapat mencegah google mempertimbankan duplikat konten dalam webmu.

23. Kecepatan Loading Laman via Chrome 


Google dapat juga menggunakan data pengguna dari browser ciptaannya, Chrome, untuk memperoleh penanganan yang lebih baik pada waktu loading sebuah laman karena ini mencakup kecepatan server, penggunaan CDN dan non-HTML lainnya yang berkaitan dengan sinyal kecepatan situs. Ini artinya, semakin baik kecepatan dari loading laman webmu maka akan memberi data postif dari pengguna pada google yang berujung pada peringkat yang lebih baik.

24. Optimasi Gambar


Gambar pada laman artikel atau lainnya bisa mengirimkan sinyal relevansi yang penting pada mesin pencari melalui nama filenya, all text, title, deskripsi dan caption-nya. Karena itu, pastikan setiap
gambar yang kamu gunakan sudah dioptimasi dengan baik.

25. Keterkinian dari Update Konten 


Ini merupakan faktor penting dimana Google menunjukkan tanggal dari update terakhir dari sebuah laman untuk laman tertentu di hasil pencarian dari mesin pencarinya.

26. Tingkatan/Besarnya Update dari Kontenmu 


Pengeditan atau perubahan yang signifikan pada konten di webmu juga merupakan faktor freshness  (penyegaran/pembaruan) yang mana ini mempengaruhi peringkat juga. Jadi, menambahkan atau menghapus (lalu menambah) banyak bagian di dalam artikelmu lebih signifikan dibanding hanya mengedit beberapa kata saja.

27. Histori Update dari Update sebuah Laman 


Seberapa seringkah laman di webmu diupdate? Tiap hari, mingguan atau mungkin 3 tahun sekali? Ya, frekuensi update laman juga memainkan peran dalam faktor freshness. Untuk itu, jika kamu punya kesempatan untuk selalu melakukan update pada artikelmu maka lakukanlah.

28. Penonjolan Keyword 


Membuat keyword muncul pada 100 kata pertama dari konten webmu merupakan sinyal relevancy yang kuat.

29. Keyword dalam H2 atau H3 Tags


Membuat keywordmu muncul pada subheading H2 atau H3 dapat menjadi sinyal relevansi, sekalipun tidak begitu kuat saat ini.

30. Susunan Kata dari Keyword 


Kesesuaian yang persis dari keyword yang dicari oleh pengguna mesin pencari dengan keyword yang ada dalam kontenmu umumnya akan memiliki peringkat yang lebih baik dari pada phrase keyword yang sama tapi susunannya berbeda. Contohnya: kamu cari di google "cara membuat blog gratis", maka blog yang menulis dengan kata kunci persis "cara membuat blog gratis" akan lebih bagus peringkatnya dari pada yang menulis "cara gratis membuat blog". Itulah sebabnya mengapa riset kata kunci itu penting sekali.

31. Kualitas dari Outbound Link (Tautan ke web lain) 


Banyak dari master SEO menyarankan untuk menyertakan link keluar ke web lain yang authority-nya bagus karena dapat mengirimkan sinyal trust pada Google. Baiknya utamakan dari situs besar seperti Wikipedia atau yang punya domain authority tinggi dan punya relevansi.

32. Grammar dan Ejaan 


Struktur bahasa dan ejaan merupakan sinyal dari kualitas webmu juga, sekalipun oleh Cutts memberikan pernyataan yang kurang pasti soal apakah ini penting atau tidak.

33. Konten Copas 


Apakah artikel di webmu dari hasil copas (copy-paste) atau bukan? Jika artikelmu diperoleh dari hasil copas dari halaman web yang sudah terindeks maka artikel tersebut tidak akan mendapat peringkat atau hanya akan berada pada pengindeksan pelengkap saja yang tentunya peringkatnya tidak akan bersaing. Dan lebih parah lagi, jika webmu dilaporkan ke google maka kemungkinan besar akan terkena penalty.

34. Konten Pelengkap yang Bermanfaat 


Menurut dokumen panduan penilai Google yang baru, bahwa konten pelengkap yang bermanfaat (Helpful Supplementary Content) merupakan indikasi dari kualitas suatu laman dan karenanya mempengaruhi peringkatnya. Contoh pelengkap yang dimaksud seperti converter mata uang, kalkulator pinjaman, jadwal waktu sholat otomatis, dan lainnya.

35. Outbound Link Dofollow yang Berlebihan


Jika webmu memiliki terlalu banyak outbound link dofollow maka akan mempengaruhi kualitas SEOnya, dan tentunya akan berdampak pada menurunnya peringkat page webmu.

36. Multimedia


Gambar, video dan multimedia lainnya dapat memberikan sinyal kualitas dari konten webmu. Untuk itu, pastikan setiap posting artikel atau membuat laman tertentu untuk menyertakan minimal satu dari yang disebutkan di atas.

37. Jumlah Internal Link yang Mengarah ke Laman


Jumlahinternal link yang mengarah pada sebuah laman mengindikasikan pentingnya laman tersebut, bertalian dengan laman lain pada web tersebut.

38. Kualitas dari Internal Link yang Mengarah ke Laman 


Internal link dari halaman yang memiliki page authority yang bagus lebih kuat efeknya dari pada halaman yang tidak memiliki authority yang baik.

39. Broken Link 


Terlalu banyak broken link (link error/tidak aktif) pada sebuah laman dapat memberi tanda bahwa web tersebut telah ditinggalkan atau diabaikan. Dokumen Pedoman Penilai Google (The Google Rater Guidelines  Document) menggunakan broken link layaknya menilai kualitas halaman utama web.

40. Reading Level


Ini soal simple atau mudah tidaknya artikel dalam webmu dibaca. Sudah tidak diragukan lagi bahwa Google mengestimasi level keterbacaan dari sebuah laman web. Kuncinya biar bisa menghasilkan artikel yang punya reading level yang bagus adalah usahakan setiap kalimat yang ditulis singkat / pendek, serta menggunakan kata-kata yang simple. Selain itu, buat setiap paragrafnya tidak terlalu panjang, paling tidak 2-3 bari saja per paragraph. Cek reading level artikelmu di sini https://readable.io/url/ (publish artikelmu lalu copy dan paster URLnya disitu)

41. Link Affiliasi


Web afiliasi sebenarnya web yang dibenci Google (karena web afiliasi umumnya memiliki kualitas artikel yang rendah ). Untuk yang masih wajar sebenarnya tidak akan mempengaruhi peringkat webmu. Tapi, jika sudah terlalu banyak link afiliasi dalam webmu, maka algoritma Google akan memperhatikan sinyal kualitas lainnya untuk memastikan kalau webmu bukan situs afiliasi. Salah satu solusinya adalah membuat halaman disclosure khusus soal afiliasi di webmu.

42. HTML errors/W3C validation 


Error HTML dalam sebuah web dapat menjadi sinyal dari web berkualitas rendah. Biasanya orang menggunakan https://validator.w3.orguntuk memvalidasi kode webnya. Hanya saja, banyak yang berpendapat bahwa validasi WC3 merupakan sinyal yang tidak kuat.

43. Laman dari Web dengan Domain Authority Bagus


Laman atau artikel dari web yang memiliki peringkat domain authority yang tinggi akan memperoleh peringkat yang lebih tinggi dibanding dengan laman dari domain authority yang rendah.

44. Pagerank (PR) laman 


Korelasinya dengan seo saat ini tidak terlalu kuat. Dan Google saat ini tidak lagi melakukan update terhadap peringkat PR. Tapi sekalipun demikian, bukan berarti bahwa PR tidak lagi mempengaruhi peringkat web dan tidak lagi ada dalam algoritma Google. Karena kenyataannya kita masih bisa menemukan laman dengan PR tinggi cenderung memiliki peringkat yang lebih baik dari yang ber-PR rendah.

45. Panjang URL


Jurnal mesin pencari menyebutkan bahwa URL yang terlalu panjang dapat mempengaruhi peluang visibilitinya di mesin pencari. Jadi, semakin pendek URL dari konten yang kamu publis maka akan semakin bagus. Contoh: judul artikelnya "Cara Membuat Blog Gratis yang Lengkap dan Simple", nah biar SEO friendly maka URLnya cukup seperti ini : http://blogcara.com/membuat-blog .

46. Path URL


Path adalah lokasi dan nama file yang dikunjungi dalam web. Semakin dekat laman dengan halaman utama (homepage) makan akan mendapat sedikidorongan authority. Contoh, kalau judulnya "Cara Membuat Blog", maka path yang bagus adalah http://blogcara.com/membuat-blog , sedang yang buruk: http://blogcara.com/panduan/blogging/membuat-blog

47. Peran Editor Manusia 


Sekalipun google tidak pernah memberikan pernyataannya, Google telah membuat paten untuk sebuah system yang memungkinkan pengeditan darmanusia langsung yang dapat memberikan pengaruh pada SERP (peringkat laman pada pencarian). Oleh karena itu, menciptakan artikel berkualitas dalam pandangan manusia langsung (bukan mesin) sangat perlu diperhatikan

48. Laman Kategori 


Kategori dimana laman berada adalah salah satu sinyal relevansi. Maksudnya, sebuah laman yang merupakan bagian dari kategori yang memiliki keterkaitan erat sudah seharusnya mendapatkan nilai SEO berupa sinyal relevansi dibandingkan dengan halaman yang dalam kategori yang tidak terkait atau kurang terkait.

49. Wordpress Tags


Ini untuk pengguna Wordpress. Tags merupakan sinyal relevansi spesifik wordpress menurut Yoast.com (salah satu penyedia plugin SEO untuk web Wordpress).

50. Keyword dalam URL 


Ini adalah salah satu sinyal relvansi yang penting dimana kata kunci yang kamu targetkan ada dalam URL artikel atau lamanmu.

Nah, itulah diatas yang dapat menjadi pedoman dalam menerapkan seo agar nangkring di halaman pertama. Semoga ulasan singkat dan sederhana mengenai faktor peringkat google dapat meambah ilmu pengetahuan kamu. Tunggu artikel update yang lainnya hanya di MasIrfun.com !
MasIrfun
Load comments